Oleh: Alfirdausy (Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Padang)
SEMANGAT kolaborasi antara masyarakat adat, pemerintah nagari, dan pengelola perhutanan sosial dalam menjaga kelestarian alam, tersimpan di balik rimbunnya Hutan Nagari Tanjung Bonai Aur.
Semangat itu menjadi dasar bagi Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Universitas Negeri Padang (UNP) melakukan penelitian di hutan nagari yang terletak Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung itu.
Penelitian yang telah selesai dilakukan itu mengangkat judul "Penguatan Perhutanan Sosial Melalui Pendekatan Sosial Ekologis untuk Mendukung Estimasi Cadangan Karbon Berbasis Sistem Informasi Geografis (GIS)".
Penelitian tidak hanya bertujuan menghasilkan luaran akademik (hasil nyata), tetapi juga memberikan rekomendasi strategis bagi pengelolaan Hutan Nagari Tanjung Bonai Aur yang lebih berkelanjutan.
Selama beberapa bulan pelaksanaan penelitian, tim mengintegrasikan pendekatan sosial dan ekologis untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi kawasan hutan, kelembagaan lokal, hingga potensi cadangan karbon yang dimiliki hutan nagari itu.

Tahapan penelitian diawali berkoordinasi dengan Pemerintah Nagari Tanjung Bonai Aur untuk menjelaskan maksud dan tujuan penelitian kepada stakeholder. Selanjutnya tim melakukan wawancara mendalam dengan berbagai pihak, di antaranya wali nagari, pengurus Lembaga Pengelola Hutan Nagari (LPHN), Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL), Yayasan KKI Warsi, Dinas Kehutanan, tokoh adat, serta masyarakat yang terlibat langsung dalam pengelolaan kawasan perhutanan sosial tersebut.
Selain menggali informasi mengenai kelembagaan, aturan adat, dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kawasan hutan, tim juga melaksanakan penyebaran kuesioner kepada masyarakat. Kueioner sebagai bagian dari analisis kuantitatif untuk mengukur persepsi masyarakat nagari terhadap pengelolaan perhutanan sosial.
Penelitian juga dilanjutkan dengan pengambilan data ekologis melalui pengukuran vegetasi pada sejumlah plot penelitian di dalam kawasan Hutan Nagari.
Tim melakukan pengukuran diameter dan tinggi pohon, identifikasi jenis vegetasi, serta pengambilan titik koordinat menggunakan perangkat Global Positioning System (GPS). Data lapangan tersebut kemudian diolah menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menghasilkan peta kondisi tutupan lahan dan estimasi cadangan karbon kawasan.
Menghubungkan Ilmu pengetahuan dengan Kebutuhan Masyarakat
Ketua Tim PKM-RSH Universitas Negeri Padang Fhazle Maulla Haqani mengatakan penelitian tersebut dirancang agar mampu menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Ia berharap hasil penelitian tidak berhenti hanya sebagai laporan ilmiah, tapi menjadi dasar memperkuat pengelolaan perhutanan sosial di Nagari Tanjung Bonai Aur melalui pendekatan yang memadukan aspek sosial, kondisi ekologis, dan pemanfaatan GIS.
“Kami berharap rekomendasi yang dihasilkan benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan hutan," katanya.

Menurut Fhazle keberhasilan penelitian tidak lepas dari keterbukaan masyarakat dan pemangku kepentingan yang sejak awal memberikan dukungan hingga proses pengambilan data selesai.
Wali Nagari Tanjung Bonai Aur, Hendra Basri menyampaikan apresiasi atas komitmen mahasiswa Universitas Negeri Padang yang telah melaksanakan penelitian di Nagari Tanjung Bonai Aur.
"Kami sangat mengapresiasi dedikasi mahasiswa yang tidak hanya datang mengambil data, tetapi juga berinteraksi dengan masyarakat, memahami kondisi lapangan, serta mencoba menawarkan solusi berdasarkan hasil penelitian,” katanya.
Ia berharap hasil riset menjadi referensi bagi pemerintah nagari dalam memperkuat kebijakan pengelolaan Hutan Nagari.
“Semoga hasil perlombaan yang diikuti adik-adik dari UNP bisa memuaskan," ujarnya.
Ketua Lembaga Pengelola Hutan Nagari (LPHN) Tanjung Bonai Aur Adam mengatakan penelitian memberikan perspektif baru mengenai pentingnya penguatan kelembagaan lokal yang didukung data ilmiah.
Menurut Adam selama ini masyarakat telah menjaga hutan berdasarkan aturan adat yang diwariskan secara turun-temurun. Kehadiran penelitian dari Tim PKM-RSH menjadi pelengkap karena mampu mendokumentasikan kondisi hutan secara lengkap dan menggunakan teknologi GIS.
“Kami berharap hasil penelitian ini dapat memperkuat posisi Hutan Nagari Tanjung Bonai Aur sebagai contoh pengelolaan perhutanan sosial yang berhasil dan berkelanjutan," ujarnya.

Rekomendasi Strategi Penguatan Perhutanan Sosial
Selama proses penelitian, mahasiswa juga memperoleh pengalaman langsung bagaimana sistem perhutanan sosial dijalankan di tingkat tapak. Tim mengamati mekanisme perlindungan kawasan, bentuk partisipasi masyarakat, implementasi aturan adat, hingga tantangan yang dihadapi dalam menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dan upaya konservasi.
Melalui integrasi data sosial, data ekologis, dan analisis spasial berbasis GIS, penelitian menghasilkan rekomendasi strategi penguatan perhutanan sosial yang berorientasi pada keberlanjutan. Rekomendasi tersebut diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah, pemerintah nagari, LPHN, maupun pihak terkait lainnya dalam mendukung perlindungan hutan, penguatan kelembagaan masyarakat, serta optimalisasi fungsi ekologis kawasan sebagai penyimpan cadangan karbon.
Penelitian ini merupakan bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang didukung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Tim PKM RSH Universitas Negeri Padang terdiri atas Fhazle Maulla Haqani (ketua), Arif Rahman Putra, Alfirdausy, Mayang Lovani, dan Kadariah Sakti, di bawah bimbingan Dr. Lailatur Rahmi, S.Pd, M.Pd.
Melalui penelitian ini, Universitas Negeri Padang menunjukkan komitmen dalam menghadirkan riset yang tidak hanya memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, pengelola hutan, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pengelolaan perhutanan sosial yang berkelanjutan, adaptif terhadap perubahan lingkungan. (Penulis: Alfirdausy/ Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Padang; Editor: Uggla.id)











